PENDIDIKAN BERBASIS ICT

CT (information and communication technologi) atau dalam istilah Indonesia TIK (Teknologi Informasi dan komunikasi) merupakan salah satu bidang kajian yang beberapa tahun ini mulai berkembang di negara kita dan telah banyak diimplementasikan dalam berbagai bidang.Teknologi Informasi sama dengan teknologi lainnya, dalam teknologi informasi, informasi merupakan komoditas yang diolah dengan teknologi tersebut. Bentuk dari teknologi adalah kumpulan pengetahuan (knowledge). Teknologi Informasi (TI) sebagai ilmu yang baru, yang juga berkembang pesat . Maka computer menjadi barang yang bisa digunakan oleh semua kalangan dan komputer menjadi semakin mudah digunakan karena berbasis grafis. Prinsip ini memungkinan penyebaran ilmu pengetahuan tanpa batas dan murah. Adapaun TI telah sukses diaplikasikan pada industri kelas berat seperti keuangan dan militer. TI pun juga telah sukses diaplikasikan pada dunia kedokteran atau kesehatan.
Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada saat ini telah memasuki tahap supra modern. Multimedia masalah dan kebutuhan manusia telah dijawab oleh IPTEK. Informasi tersebut diperoleh dari salah satu media masa. Lalu bagaimana jika pendidikan di Indonesia ini tidak berbasis teknologi informatika?. Kualitas pendidikan di Indonesia akan tertinggal jauh dengan Negara lain yang menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana penunjang peningkatan kualitas pendidikannya. Dapat dikatakan kita boleh tersenyum gembira saat ini karena pendidikan di Indonesia dapat mengikuti perkembangan teknologi informatika. Sarana dan prasarana teknologi informatika yang mudah didapat dengan harga yang relatif membantu berbagai pihak dalam mendapatkan media teknologi informasi dengan mudah. Dengan kemudahan yang bisa kita nikmati dalam menggunakan teknologi informasi, kita dapat lebih maksimal dalam memanfaatkannya. Kenyataan lain yang perlu kita perhatikan adalah, pesatnya perkembangan teknologi informasi kini tidak hanya di pelajari pada tingkat sekolah menengah, tetapi pelajaran tentang teknologi informasi juga telah banyak dikuasai oleh anak-anak di sekolah tingkat dasaar. Dengan pendidikan yang berbasis ICT di Indonesia , kualitas pendidikan di Indonesia boleh di katakan semakin baik dan patut menjadi saingan yang handal bagi Negara lain. Namun terfokus ke dalam masalah yang tidak lepas dari kehidupan rakyat Indonesia tentang kemiskinan, kita wajib memperhatikannya. Ada keluarga yang memiliki penghasilan jauh di bawah rata-rata sehingga tidak sanggup menyekolahkan anaknya. Hal ini membuat sebagian besar anak Indonesia tidak mendapatkan pendidikan yang layak, apalagi pendidikan berbasis ICT yang sebenarnya sudah. Masalah ini memang telah ditangani oleh pemerintah dan organisasi-organisasi sosial yang peduli akan pendidikan berbasis ICT di Indonesia agar merata, namun usaha ini pun belum sepenuhnya dapat dikatakan berhasil. Buktinya pendidikan berbasis ICT di Indonesia belum bisa merata. Hal ini merupakan PR bagi kita generasi muda untuk membawa perubahan signifikan demi kemajuan pendidikan berbasis ICT di Indonesia. Tapi, Indonesia sebagai negara berpopulasi tinggi sehingga mempunyai tantangan yang besar. Problem kesehatan dan pendidikan selalu dijadikan parameter untuk mengukur kesejahteraan rakyat di suatu Negara. Tentunya juga memiliki tantangan khusus di bidang pendidikan. Beberapa tantangan diantaranya adalah:
  1. masih banyaknya anak usia sekolah yang belum dapat menikmati pendidikan dasar 9 tahun.
  2.  tidak meratanya penyebaran sarana dan prasarana pendidikan/sekolah. contoh: tidak semua sekolah memiliki saluran telepon, apalagi koneksi interne. Kota vs Desa/Daerah Terpencil/Daerah Perbatasan, Indonesia Barat vs Indonesia Timur.
  3. Tidak seragamnya dan masih rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang sekolah,yang ditandai dengan tingkat kelulusan UN yang masih rendah, demikian pula nilai UN yang diperoleh siswa.
  4. Rendahnya kualitas kompetensi tenaga pengajar.
  5. Rendahnya tingkat pemanfaatan TIK di sekolah yang telah memiliki fasilitas TIK (utilitas rendah), disisi lain tidak semua sekolah mempunyai sarana TIK yang memadai.
TIK bukan hanya komputer dan internetnya, TIK juga melingkupi media informasi seperti radio dan televisi serta media komunikasi seperti telepon maupun telepon seluler dengan SMS, MMS, Music Player, Video Player, Kamera Foto Digital, dan Kamera Video Digital-nya serta e-Book Reader-nya. Jadi banyak media alternatif yang dapat dipilih oleh pengajar untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan. TIK yang termanfaatkan dengan baik dan tepat di dalam pendidikan akan memperluas kesempatan belajar, meningkatkan efisiensi, meningkatkan kualitas belajar, meningkatkan kualitas mengajar, memfasilitasi pembentukan keterampilan, mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan, meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen, serta mengurangi kesenjangan.                .
Pemanfaatan TIK
Menurut pemanfaatannya, TIK di dalam pendidikan dapat dikategorisasikan menjadi 4 kelompok manfaat.
TIK sebagai Gudang Ilmu Pengetahuan
TIK dimanfaatkan sebagai sebagai Referensi Ilmu Pengetahuan Terkini, Manajemen Pengetahuan, Jaringan Pakar Beragam Bidang Ilmu, Jaringan Antar Institusi Pendidikan, Pusat Pengembangan Materi Ajar, Wahana Pengembangan Kurikulum, dan Komunitas Perbandingan Standar Kompetensi.
TIK sebagai Alat bantu Pembelajaran
ada 3 fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi, Animasi Peristiwa, Alat Uji Siswa, Sumber Referensi Ajar, Evaluasi Kinerja Siswa, Simulasi Kasus, Alat Peraga Visual, dan Media Komunikasi Antar Guru. Kemudian, TIK sebagai Alat Bantu Interaksi Guru-Siswa yang meliputi: Komunikasi Guru-Siswa, Kolaborasi Kelompok Studi, dan Manajemen Kelas Terpadu.TIK sebagai Alat Bantu Siswameliputi: Buku Interaktif , Belajar Mandiri, Latihan Soal, Media Illustrasi, Simulasi Pelajaran, Alat Karya Siswa, dan media Komunikasi Antar Siswa.
TIK sebagai Fasilitas Pembelajaran
TIK dapat dimanfaatkan sebagai: Perpustakaan Elektronik, Kelas Virtual, Aplikasi Multimedia, Kelas Teater Multimedia, Kelas Jarak Jauh, Papan Elektronik Sekolah, Alat Ajar Multi-Intelejensia,dan Komunikasi Kolaborasi Kooperasi (Intranet Sekolah).
TIK sebagai Infrastruktur Pembelajaran
TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran – baik dalam skala menengah maupun luas. yang meliputi, Ragam Teknologi Kanal Distribusi, Ragam Aplikasi dan Perangkat Lunak, Bahasa Pemrograman, Sistem Basis Data, Komputer Personal, Alat-Alat Digital, Sistem Operasi, Sistem Jaringan dan Komunikasi Data, dan Infrastruktur Teknologi Informasi (Media Transmisi). Berangkat dari optimalisasi pemanfaatan TIK untuk pembelajaran tersebut kita berharap hal ini akan memberi sumbangsih besar dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia yang cerdas dan kompetitif melalui pembangunan masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society). Masyarakat yang tangguh karena memiliki kecakapan: (1) ICT and media literacy skills), (2) critical thinking skills, (3) problem-solving skills, (4) effective communication skills, dan (5) collaborative skills yang diperlukan untuk mengatasi setiap permasalahan dan tantangan hidupnya.
Apabila Pendidikan masyakakat telah dibekali dengan ICT diharapkan akan mengurangi masyarakat gaptek sehingga dapat terwujud Indonesia sebagai negara ICT yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian bangsa sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang berteknologi negara yang dapat bersaing dengan negara lain kita ambil contoh negara singapura negara ini dapat berkembang pesat karena dapat menggunakan ICT dengan baik padahal Singapura hanyalah negara kecil dan potensi alamnya jauh didawah Indonesia namun dibidang teknologi dan perekonomian jauh Indonesia dibawah singapura.
Namun Indonesia berteknologi tidak akan tercapai tanpa ada  pelaksanaan yang baik dari pemerintah jangan sampai ada pelencengan dari program ini dan yang paling utamanya jangan sampai ada tindak KKN dan juga mendaat dukungan seluruh pihak  untuk pelaksanaan program ini.Memang kalau untuk saat ini kita belum bisa menjadi negara ICT karena untuk saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham akan ICT,namun apabila program pendidikan berbasis ICT dapat dilaksanakan dengan baik niscaya Indonesia menjadi negara ICT bukanlah mimpi belaka.

0 komentar

Sharing is caring. Share this article now!

0 komentar:

Poskan Komentar